Menelusuri Thalib Itu: Performativitas Maritim Sebagai Metode Koreografi Tak Terduga
Selalu Ada Thalib awalnya hadir kepadaku sebagai hantu, kilasan yang hanya nyaris dan tak pernah utuh, dalam sebuah potongan video
Read MoreSelalu Ada Thalib awalnya hadir kepadaku sebagai hantu, kilasan yang hanya nyaris dan tak pernah utuh, dalam sebuah potongan video
Read MoreBandung, 6 Juli 2025 — Morgy Coffee, Bandung, menjadi saksi pertunjukan kedua Unjuk Ara: Membaca Sebagai Aksi Performatif yang sebelumnya
Read MoreTulisan berikut telah dimuat sebelumnya di :https://medium.com/@siti.alisa/menafsir-tradisi-dalam-balet-sebuah-catatan-refleksi-b96eac6902d2 Menonton Indonesian Ballet Gala 2025 yang diselenggarakan oleh Ballet ID pekan lalu memberi
Read MorePerihal Penonton dan Menonton Belakangan, saat mendapat undangan menonton pertunjukan, kau cukup betah bertanya-tanya: tubuh seperti apa yang mesti disiapkan,
Read More**Ini adalah catatan presentasi saya di ACTive Encounter, sesi kedua ACT Shanghai Contemporary Theatre Festival X Asian Dramaturg Network (ADN):
Read More[Renee Sari Wulan]. Ada masa di garis sejarah kesenian saya muncul ide tentang sekolah tubuh. Saya membayangkannya sebagai arena belajar
Read MoreMelawat Tari: Tubuh Bahasa, Bahasa Tubuh [Raihan Robby]. Tubuh dalam tari, bagai sebuah ‘suku kata’. Suku kata yang memiliki ragam
Read MoreMelawat Tari: Tubuh Bahasa, Bahasa Tubuh [Raihan Robby]. Tubuh dalam tari, bagai sebuah ‘suku kata’. Suku kata yang memiliki ragam
Read More“And those who were seen dancingwere thought to be insane by thosewho could not hear the music.” – Friedrich Nietzsche
Read More[Raihan Robby]. MATA kita sedari awal telah dipersiapkan untuk sebuah ekshibisi—baik pameran maupun pertunjukan—ketika memasuki Galeri Pascasarjana ISI Yogyakarta pada
Read MoreKita harus menganggap setiap hari tersesat, jika tidak pernah menari setidaknya sekali.– Friedrich Nietzsche [Andy SW]. Seorang lelaki memainkan gitar
Read More