WETWARE<3 Merpati Performance Laboratory : Wedang Uwuh dan Tuhan Yang Batu
Ruangan itu merah muda, dominasi warna yang mengingatkan pada daging, bukan pada permen kapas. Redup. Remang. Saya duduk di kursi... Baca lebih lanjut.
Arsip yang Bernapas : Catatan atas Our Bodies – KOURYU/JIAOLIU Project
Meskipun diadakan di tengah perlintasan Taman Ismail Marzuki yang ramai dilalui orang, pertunjukan Our Bodies oleh The Sino-Japan Contemporary Performing... Baca lebih lanjut.
The Ego and His Loss : Membaca Pengulangan, Menerka Hantu
Ada bentuk-bentuk teater yang rasanya tak mudah dipahami hanya dalam sekali tontonan. Dengan kata lain, keadaan dan kondisi ketika kita... Baca lebih lanjut.
Seabad Dardanella dan Hal-hal yang Tersisa Setelahnya
Pukul delapan malam, 23 Juni 2026, Mait Idoep karya Kwee Tek Hoay digelar di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Naskah... Baca lebih lanjut.
Dokumen Minor : Ketika Pesta Kampung Membongkar Narasi Resmi
Malam itu, 24 Mei 2026, memasuki Gedung Teater Luwes rasanya seperti turun dari angkot dan langsung terlempar ke tengah pesta... Baca lebih lanjut.
Teater Kubur yang Melukis Panggung di Pentas Rintrik
Saat lampu Graha Bhakti Budaya meredup malam itu, panggung pertunjukan langsung menyergap penonton dengan aura mistis yang dingin dan menyepi.... Baca lebih lanjut.
August: Osage County ala Sun Community, Trauma Generasi Lewat Umpatan Sehari-Hari
Suasana pedesaan Amerika langsung terasa begitu kita memasuki Gedung Kesenian Jakarta, akhir Oktober lalu. Panas Oklahoma yang ikonik dibangun melalui... Baca lebih lanjut.
Masyarakat Teater Makan Bersama Garuda dan Alegori Negara Sebagai Keluarga
Bagaimana jadinya jika negara adalah sebuah keluarga, di atas panggung teater. Di dalamnya ada seorang ibu tua berusia 80 tahun,... Baca lebih lanjut.
Perburuan Pramoedya dengan Piranti Brecht
“Marilah kita bekerja bersama-sama, agar segera lekas tercapai cita-cita kita bersama!” Suara itu menyelinap dari sebuah bangunan menjulang bertuliskan... Baca lebih lanjut.
Memungut Pecahan Ingatan, Menyaksikan Luka ‘In(her)ited Silence’
Sore itu, pertunjukan dimulai dengan panggung yang diselimuti kesunyian. Di bawah sorot lampu redup, dua siluet bergerak pelan dari bawah... Baca lebih lanjut.
