The Ego and His Loss : Membaca Pengulangan, Menerka Hantu
Ada bentuk-bentuk teater yang rasanya tak mudah dipahami hanya dalam sekali tontonan. Dengan kata lain, keadaan dan kondisi ketika kita
Baca Lebih Lanjut
Ada bentuk-bentuk teater yang rasanya tak mudah dipahami hanya dalam sekali tontonan. Dengan kata lain, keadaan dan kondisi ketika kita
Baca Lebih LanjutBahkan sebelum mengenal istilah “refleksi diri”, tubuh kecilku selalu dibiasakan untuk menoleh kedalam. Saat aku malas makan misalnya, ibuku kerap
Baca Lebih Lanjut[BAHASA INDONESIA] *English below *Tulisan ini adalah terjemahan naskah presentasi saya di Morishita Studio Tokyo pada 25 Februari 2026 lalu
Baca Lebih LanjutTulisan berikut telah dimuat sebelumnya di :https://medium.com/@siti.alisa/menafsir-tradisi-dalam-balet-sebuah-catatan-refleksi-b96eac6902d2 Menonton Indonesian Ballet Gala 2025 yang diselenggarakan oleh Ballet ID pekan lalu memberi
Baca Lebih Lanjut**Ini adalah catatan presentasi saya di ACTive Encounter, sesi kedua ACT Shanghai Contemporary Theatre Festival X Asian Dramaturg Network (ADN):
Baca Lebih Lanjut“Bodoh sekali dia Yang Mulia.” – Penasihat Kaisar Takeshi (dalam dubbing Indonesia). Saat itu umurku kira-kira 6 tahun. Di tahun
Baca Lebih LanjutRenee Sari Wulan. Saya mulai mendengar dengan lebih sering tentang dramaturgi tari (dance dramaturgy) di tahun 2006. Hal ini berbarengan
Baca Lebih LanjutOleh : Elisabeth Schweeger* Tulisan ini adalah materi Kuliah Umum tentang Peran Dramaturg dan Pengajarannya, disampaikan Elisabeth Schweeger dalam acara
Baca Lebih LanjutUlasan pementasan “In X” dari Forum Seni Budaya Retorika, Filsafat UGM. Oleh : M. Dinu Imansyah. SETIAP kali menyaksikan sebuah
Baca Lebih Lanjut