Situs Pasar dan Beban Urban-Domestik Di Gendongan Buruh Perempuan : Membaca “Ganda” karya Valentina Ambarwati di Lawatari Yogyakarta
Melawat Tari: Tubuh Bahasa, Bahasa Tubuh . Tubuh dalam tari, bagai sebuah ‘suku kata’. Suku kata yang memiliki ragam... Baca lebih lanjut.
Tandha’ Menatap Tayub : Membaca “Atandhang” karya Sri Cicik Handayani di Lawatari Yogyakarta
Melawat Tari: Tubuh Bahasa, Bahasa Tubuh . Tubuh dalam tari, bagai sebuah ‘suku kata’. Suku kata yang memiliki ragam... Baca lebih lanjut.
Postpartum: Institusi Keibuan dalam Perut Negara
. Mula-mula, penting untuk saya sampaikan, sebagaimana pengantar Ibed Surgana Yuga dalam tulisannya tentang pertunjukan Postpartum : Pelajaran Pertama... Baca lebih lanjut.
Pernikahan Darah: Lorca yang di Sini dan Kini dalam Simbolisme Alam-Kematian
. Kematian (Rinrin Candraresmi) dengan tudung hitamnya telah berada di sisi kita. Mata kita dapat melihat ia berjalan perlahan... Baca lebih lanjut.
Medium dan Memori Tubuh Penari : Catatan atas “Tubuh-Tubuh Setempat” karya Melynda Adriani
. MATA kita sedari awal telah dipersiapkan untuk sebuah ekshibisi—baik pameran maupun pertunjukan—ketika memasuki Galeri Pascasarjana ISI Yogyakarta pada... Baca lebih lanjut.
Menonton Senyap: Mewarisi Tubuh Pantomim Marcel Marceau — Catatan untuk “Urun Tumurun” Laboratorium Obah
In mime, a man can be put in extreme situations of tragedy or comedy.It depends on the inspiration of the... Baca lebih lanjut.
Benda-Benda yang Menggerakkan Tubuh: Pertemuan Dua Migrasi
. CAK Ayu Permata membuka pertunjukan tari “Sebangun Tiga Sudut #2” dalam acara Festival Gugus Bagong, program Rubik pada... Baca lebih lanjut.
Bunyi dari Benda Domestik: Kekeosan dan Harmonisasi : Catatan atas Pertunjukan “Miss-Uo”- Bupala
. Barangkali, kita tak begitu peka akan telinga yang kita punya dalam mendengar bebunyian yang tumbuh pelan-pelan dalam keseharian,... Baca lebih lanjut.
Lengger Sebagai Arsip: Sebuah Usaha “Escape from Identity”
. Kehendak atas tubuh selalu saja dipenuhi oleh kerundungan. Secara sederhana dijelaskan Schopenhauer (1966), bahwa hidup manusia selalu berada... Baca lebih lanjut.
Jalan Menuju Suwung: Negosiasi dan Transformasi Diri | Ulasan “Ray of Soul”– Komunitas Seni Bajra di Linimasa #5
. Ketika mendengar suara dalam diri, siapa sebenarnya yang berbicara kepada kita? Hati, jiwa, atau pikiran? Dan dari mana... Baca lebih lanjut.
