The Ego and His Loss : Antara McD, Seragam Loreng dan Musim Semi Yang Mati
Musim semi yang tak ada gunanya, nggak butuh kan? Apalagi yang dapat menjadi pegangan seseorang ketika sudah kehilangan kendali atas... Baca lebih lanjut.
Pakaian yang Tak Selesai Dilipat : Catatan Atas “Tubuh Domestik – Mengurai Residu” Amalia Rizqi
Bahkan sebelum mengenal istilah “refleksi diri”, tubuh kecilku selalu dibiasakan untuk menoleh kedalam. Saat aku malas makan misalnya, ibuku kerap... Baca lebih lanjut.
Mimbar Moral di Pertunjukan “Tengul” Teater Tiga Koma
Secara garis besar, pertunjukan ini berupaya menyoroti sepasang suami istri— Korep dan Turah, yang terjebak dalam ilusi kekayaan dan takdir... Baca lebih lanjut.
Dislokasi Dalam Lidah Fransiska: Pantulan Terhadap Pertunjukan “Dalam Lidah Abu-Abu”
Dalam relasi antara pusat dan pinggiran, Yogyakarta menanggung beban sejarah sebagai produsen utama kedua tatapan tersebut. Kota ini menjelma sebagai... Baca lebih lanjut.
Merebut Sejarah Dari Gejala Amnesia: Resepsi Keaktoran Dalam Pertunjukan Vergadering Sarekat Islam
. Masa depan kita adalah kepingan masa lalu atas perenggutan tanahnya sendiri, masa lalu atas perbudakan dan kebijakan... Baca lebih lanjut.
Dramaturgi Toserba: Catatan atas “Pentas Tiga Bayangan 5.0”–Teater Eska UIN Sunan Kalijaga.
. Secara sekilas, kesan yang saya tangkap terhadap beberapa pertunjukan Teater Eska adalah bahwa mereka secara konsisten mengambil... Baca lebih lanjut.
Bagaimana Duka Ekologis Diungkapkan? : Catatan atas “Waktu Batu – Rumah yang Terbakar” — Garasi Performance Institute di Artjog 2023
. Tirai panggung dibuka dengan sorot lampu yang bocor hingga ke luar medan pertunjukan. Sorot lampu yang dihasilkannya... Baca lebih lanjut.
Merajut Kembali Robekan Baju Siti Rukiah Melalui Performatif Mirat Kolektif
. Penyingkiran berlapis yang dialami oleh Siti Rukiah mestinya digunakan sebagai sebilah jarum yang dapat digunakan untuk melihat... Baca lebih lanjut.
