Menggali “Akar yang Terputus” : Eksperimen Bunyi Sahrul ‘Kepek’ Yuliyanto
Bebunyian berkerumun mengisi celah-celah kosong ruang-sadar kehadiran malam itu. Penonton diarahkan tidak menonton sebagaimana aktivitas yang dialami oleh indera... Baca lebih lanjut.
Menyerap “Dompeng No.2” : Eksperimen Bunyi Muhamad Erdifadilah
Pertunjukan dibuka dengan mematikan seluruh sumber cahaya ruang. Lampu padam mengawali kekosongan yang gelap. Samar terlihat visual cahaya OHP diarahkan... Baca lebih lanjut.
Ibu Pertiwi, dan Anak-Anak yang Mencintainya
Pertunjukan berjudul Sesak dipentaskan di Omah Petruk, pada tanggal 10 November 2019. Sebuah kolaborasi dari tiga seniman; Asita Kaladewa sebagai... Baca lebih lanjut.
Teater Tanpa Pagar: Imaji-intelektual, Keterjajahan Mental
Oleh: Mathori Brilyan. Tulisan ini bisa jadi hanya akan menyesakkan pikiran pembaca. Apalagi tentang teater, duh adakah yang akan menanggapinya?... Baca lebih lanjut.
Mak, belikan baju baru, nanti malam aku pentas Teater!
Catatan menjelang pementasan oleh : Mathori Brilyan Tanggal 4 September lalu, Kalanari Theatre Movement tampil dalam Parade Teater Yogyakarta 2018... Baca lebih lanjut.
Masih Adakah Cinta di Antara Kita? (Keprihatian Pendidikan Seni Pertunjukan Kita)
oleh : Mathori Brilyan Apakah kita masih percaya jika kehadiran seni pertunjukan akan membawa kabar kebaikan pada kehidupan ini?... Baca lebih lanjut.
Ruang Temu, Upaya Eka Wahyuni Mewarnai Pertumbuhan Seni Pertunjukan
Oleh : Mathori Brilyan. Sungguh salut ketika awalnya melihat kabar sebuah acara diskusi ini. Acara yang didesain khusus bagi para... Baca lebih lanjut.
Sajian Imaji Kebudayaan Anak-anak Zaman Now
Oleh : Mathori Brilyan*. Sebelumnya saya ingin mengajak pembaca untuk sejenak diam dan merenungkan dunia anak-anak yang pernah kita... Baca lebih lanjut.
