fbpx
Kamis, Juni 20, 2024
BERITA

MAWAYANG 2023 : Mbeber Wayang Beber

Bulan November adalah bulan sibuk bagi dunia pewayangan. Pasalnya, pada bulan inilah, tepatnya pada tanggal 7 November, Pemerintah telah mencanangkan HARI WAYANG NASIONAL. Tanggal ini dipilih memang didasarkan pada tanggal diputuskannya Wayang Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada tahun 2013. Tak heran, di berbagai lembaga pengelola kebudayaan baik pemerintah maupun swasta banyak terselenggara perhelatan seputar dunia wayang. Balai Budaya Minomartani, sebagai salah satu kantung budaya yang terus aktif melestarikan pertunjukan wayang kulit baik wayang purwa maupun wayang kancil yang juga tak luput dari kesibukan merayakan dan memaknai semangat Hari Wayang Nasional. Melalui hajatan bertajuk MAWAYANG—acara tahunan yang sudah dimulai sejak 2019—Balai Budaya Minomartani (BBM) menggelar berbagai acara sebagai wujud sukacita ketulusan dalam membina pelestarian dan pengembangan seni pewayangan (pedalangan). MAWAYANG 2023 akan digelar 12-15 November 2023 dalam serangkaian kegiatan.

Wayang Beber.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, MAWAYANG 2023 mengambil tema “Mbeber Wayang Beber” dengan menggelar hajatan utama berupa pameran wayang beber karya Ki Utoro Widayanto dan pergelaran Wayang Beber yang akan melibatkan 50 dalang dari berbagai komunitas di DIY dan sekitarnya. Wayang Beber, adalah seni penceritaan kisah epos yang terlebih dahulu dilukis dalam selembar daluwang (kertas). Satu lembar panel gambar umumnya memuat satu episode. Sebagaimana disebut oleh berbagai sumber wayang beber dianggap lebih tua dibanding wayang kulit. Namun demikian, keberadaannya kian surut di masa ini. Justeru atas alasan itulah BBM memilih untuk mengangkat wayang beber sebagai sajian utama pada MAWAYANG 2023 tepatnya pada 14 November (Pameran) dan 15 November (Pergelaran).

Masih menurut berbagai sumber, pada awalnya Wayang Beber memuat kisah Mahabarata, namun dalam perkembangannya setelah munculnya tren wayang kulit, seniman wayang beber beralih ke kisah panji. Nah, pada perhelatan MAWAYANG 2023 ini, ki Utoro membuat wayang beber yang memuat lakon-lakon dari kisah Mahabarata.

BACA JUGA:  Audisi Penari untuk DRAGONS karya Eun Me Ahn 2020

Mayokage Project.

Selain sajian utama pameran dan pergelaran wayang beber tersebut, MAWAYANG 2023 juga akan digenapi oleh sajian lain. Sejak setahun lalu, sekelompok seniman dari Jepang telah menjalin komunikasi dengan BBM dalam rangka riset mereka mengenai tradisi ruwat dalam dunia pewayangan/pedalangan Jawa. Informasi hasil riset tersebut kemudian ditatap dari perspektif Jepang (yang mana Jepang juga memiliki tradisi “penyucian/pembebasan roh”) lalu diolah menjadi sajian teater wayang kontemporer yang akan dipentaskan di Jogja sebagai bagian dari perhelatan MAWAYANG 2023. Pertunjukan teater wayang berjudul “Mayokage/まよかげ” merupakan kerja kolektif antara sutradara Chiharu Shinoda (Jepang), dalang wayang kontemporer Nanang Ananto Wicaksono (Indonesia), seniman pixel art Kazuki Takakura (Jepang) dan komposer musik Yuri Nishida (Jepang). Mayokage akan digelar tiga kali di Jogja yaitu 13 November jam 19.45 di Balai Budaya Minomartani, lalu 17 dan 18 November di Bentara Budaya Yogyakarta. Karena konsep pemanggungannya, pertunjukan ini hanya dapat ditonton oleh sejumlah  terbatas, oleh karenanya MAWAYANG 2023 memberikan syarat registrasi untuk menyaksikan Mayokage.

Sebelum gelaran Mayokage, juga akan diselenggarakan webinar (seminar online) yang menghadirkan narasumber Katsu Nishiyama, Professor Emiritus di Kyoto University of Education yang merupakan seorang peneliti pada subjek spiritual di kawasan Asia Timur. Pak Katsu akan membawakan presentasi dengan tema “Lukisan dan Ritus Pembebasan Roh di Asia Timur”. Webinar ini akan dilaksanakan melalui platform Zoom meeting. Peserta tidak dipungut biaya dan akan diberikan e-sertifikat.

MAWAYANG 2023 terselenggara atas niat dan semangat segenap komunitas Balai Budaya Minomartani dan dukungan banyak pihak antara lain : Djarum Foundation, Arts Council Tokyo, The Saison Foundation, The Japan Foundation, Bentara Budaya Yogyakarta–Kompas Gramedia Group, Karawitan Kecubung Sakti, komunitas pedalangan PEPADI, PEPADANG, SUKRA KASIH, Paradance Platform, Tha Production dan gelaran.id.

BACA JUGA:  Paradance Platform Menginisiasi "Koreografer Menulis" 2022

Selamat Hari Wayang Nasional. Selamat mengapresiasi wayang Indonesia dan dunia.

Informasi :
instagram @balaibudayamino
whatsApp 0856 2856 610 | 0856 257 1022

JADWAL RANGKAIAN KEGIATAN MAWAYANG 2023

  • Webinar Budaya “Lukisan dan Ritus Pembebasan Roh di Asia Timur” bersama Bapak Katsu Nishiyama, seorang professor emiritus di Kyoto University of Education.
    Webinar ini akan dilaksanakan secara online melalui Platform ZOOM. Untuk mengikutinya Anda bisa melakukan registrasi di tautan berikut : https://bit.ly/WebinarBBM23

Jadwal : 12 November 2023 | 10.00 – 12.00 WIB

  • Pertunjukan Teater : Mayokage/まよかげ

Karya teater ini merupakan karya kolaborasi oleh 4 seniman yaitu Chiharu Shinoda (Jepang), Nanang Ananto Wicaksono (Indonesia), Kazuki Takakura (Jepang) dan Yuri Nishida (Jepang). Karya ini berangkat dari kisah kelahiran Kala dalam versi pewayangan Jawa yang disusun oleh Nanang dan direspon dalam bentuk visual oleh tim dan dirangkai/disutradarai oleh Chiharu. 

Jadwal :

13 November 2023 | 19.45 WIB di Balai Budaya Minomartani.
17 & 18 November 2023 | 19.45 WIB di Bentara Budaya Yogyakarta.

Pertunjukan ini Gratis dengan melakukan registrasi online di https://bit.ly/MAYOKAGE

  • Pameran Wayang Beber.

50 panel / lembar Wayang Beber dilukis oleh Ki Utoro Widayanto dengan mengangkat 5 lakon dari kisah Mahabarata. Ki Utoro adalah seorang dalang dan pegiat wayang yang sangat aktif di Jogja dan memipin komunitas karawitan Kecubung Sakti.

PROFIL UTORO WIDAYANTO

Adalah seorang dalang muda yang merupakan putra dari dalang Ki Hadi Sutikno. Utoro lahir pada 1981 dan telah akrab dengan wayang dan pedalangan sejak kecil. Selain gemar pada pedalangan, sejak kecil Utoro sudah menunjukkan minatnya dalam menggambar, termasuk menggambar tokoh-tokoh Wayang. Pengetahuan tentang seni pewayangan semakin terasah ketika memasuki SMKI di Jurusan Karawitan. Atas besarnya cita-cita sebagai dalang, Utoro yang akrab disapa Toro ini kemudian membentuk sebuah kelompok karawitan bernama KECUBUNG SAKTI dengan merangkul kawan-kawan sekolahnya. Bersama Kecubung Sakti, Toro mulai merintis karir sebagai dalang muda termasuk dengan aktif di Paguyuban Dalang Muda Sukra Kasih. Kegemaran menggambar semakin tersalurkan ketika di SMKI ia mulai belajar menyungging wayang. Hobi Menggambar dan mendalang ini menjadikan Toro menemukan penyatuan keduanya pada lukis wayang dan kayon.

BACA JUGA:  Bangun Pagi dan Reformasi yang Entah ke Mana : Catatan atas Pertunjukan “Bangun Pagi Bahagia” – Zizaluka Project

Jadwal : 14 November 2023 | jam 10.00 – 21.00 WIB.
Tempat : Balai Budaya Minomartani.

  • Pergelaran Wayang Beber.

Usai dipamerkan, kelimapuluh panel wayang beber karya ki Utoro akan dibabar, dikisahkan dalam pergelaran wayang beber. Pergelaran ini akan melibatkan 50 Dalang dari berbagai komunitas yang akan membabar cerita secara estafet.

Jadwal : 15 November 2023 | 13.00 WIB – 24.00 WIB
Tempat : Balai Budaya Minomartani.