WORKSHOP Tari: Teknik Tubuh Gumarang Sakti

Komunitas LINGKARAN KOREOGRAFI bekerjasama dengan Paradance Festival dan SaRang Building, akan menyelenggarakan sebuah workshop yang sangat menarik. Workshop untuk para penari ini diberi judul : WORKSHOP TEKNIK TUBUH GUMARANG SAKTI. Workshop ini akan menghadirkan nara sumber Benny Krishnawardi, seorang penari senior di grup Gumarang Sakti sejak 1980an yang “mewarisi” teknik istimewa ini secara langsung dari sang maestro Gusmiati Suid (almh). Uda Benny akan didampingi oleh mBak Helly Minarti, seorang peneliti tari dan kurator Indonesian Dance Festival yang kini tinggal di Yogyakarta.

Workshop ini akan digelar dalam selama 2 hari yaitu:
Gelombang 1 (18-19 September 2019), 09:30-17:00
Gelombang 2 (20-21 September 2019, 09:30-17:00

Lokasi workshop ini adalah Pendhapa/joglo SaRang Building, Kalipakis, Tirtanirmala, Kecamatan Kasihan, Kabupatèn Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184.

Workshop ini membatasi jumlah peserta yaitu hanya 12 orang untuk masing-masing gelombang. Untuk dapat mengikuti peserta diwajibkan membayar biaya Workshop sebesar Rp. 500.000 atau bisa membahar hanya Rp 450.000 untuk pendaftar earlybird yang mendaftar dan membayar sebelum 5 September 2019. Untuk melakukan pendaftaran, bisa menghubungi kontak panitia di 08562571022 (Nia).

*) bagi peserta luar Yogyakarta, sila hubungi Nara Hubung di atas jika membutuhkan saran untuk akomodasi yang baik, dekat lokasi workshop dan sesuai kantong.

Gumarang Sakti

Gumarang Sakti yang mengawali eksistensi sebagai sebuah sanggar sederhana di Batusangkar, didirikan oleh almarhumah Gusmiati Suid (1942-2001), dan berkembang menjadi salah satu kelompok tari berpengaruh di Indonesia yang sempat melanglang buana ke beberapa forum festival ternama seperti Festival Pina Bausch di Wuppertal, Jerman tahun 1994.

Benny Krishnawardi

Benny Krishnawardi, kelahiran 1967, bergabung dengan Sanggar Gumarang Sakti di awal 1980an, sebagai seorang pesilat muda. Peran Benny – dan beberapa penari lainnya seperti Lesmandri untuk periode kesejarahan yang berbeda – menjadi instrumental dalam proses kreatif Gusmiati dalam merumuskan kosa-gerak yang kelak menjadi teknik tubuh khas Gumarang Sakti. Sebagai medium eksperimentasi gerak Gusmiati, Benny lantas menjadi salah satu penari utama Gumarang Sakti dan kelak ikut mendidik generasi penari kelompok ini di masa-masa berikutnya yang datang dari beragam latar belakang teknik seperti penari balet klasik Barat, mahasiswa IKJ atau juga (waktu itu) penari remaja di ranah kompetisi hip hop kota Padang, Davit Fitrik, yang sejak pertengahan 1990an menjadi penari andalan Gumarang Sakti.

BACA JUGA:  Butakah Kami? : Catatan dari Pertunjukan "Kami Bu-Ta" APDC

Sebagai arsip ketubuhan Gumarang Sakti, Benny juga kerap menjadi asisten koreografi bagi Gusmiati (dan kelak juga bagi Boi Sakti, putra sulung Gusmiati yang kemudian menjadi mitra kolaboratif dari Sang Bunda, dan di paruh awal 2000an memahat namanya dalam kancah seni tari kontemporer Asia).

Workshop: Modul 1 (Fundamental 12 Jam)

Workshop singkat namun intensif ini dirancang sebagai Modul 1 (Fundamental – 12 jam) yang menjadi landasan penting dari rangkaian program workshop yang bukan cuma menitikberatkan pada sisi fisikalitas dari teknik ketubuhan belaka namun juga mengungkap kesejarahan dari perjalanan teknik ketubuhan tersebut dalam bingkai perjalanan kekaryaan Gusmiati Suid. Konteks atas muatan. Karenanya, workshop ini merajut teknik-teknik tubuh dasar Gusmiati Suid dengan penuturan Benny yang digali dari pengalamannya bekerja dengan Gusmiati Suid lebih dari dua dekade. Dua hal ini lantas diperkaya dengan menonton dokumentasi pementasan karya awal Gusmiati Suid yang kini sedang dalam proses digitalisasi oleh Katia Engel dan Yessy Apriati (putri bungsu Gusmiati Suid). Diskusi tentang arsip tubuh dan arsip audio-visual ini, kelindan pengalaman kreatif Benny serta pembacaan kritis atas bahasa koreografi Gusmiati Suid sebagai bagian dari narasi modernisme tari Indonesia akan dipandu oleh Helly Minarti. Akan dibagikan diktat sebagai peneman materi juga.

Workshop ini dirancang sebagai Modul dasar bagi modul-modul berikutnya dengan durasi yang lebih panjang dan materi pendalaman tentang rekam jejak koreografi Gusmiati Suid. Muatan isinya khusus ditujukan bagi penari, koreografer atau praktisi gerak lainnya yang tertarik mendalami tentang kaitan tubuh, sejarah dan filosofi dari silek Minang; transformasinya menuju artikulasi kosa-gerak kontemporer dan tradisi sebagai sumber inspirasi koreografik. 

*) Panitia tidak menyediakan akomodasi penginapan. Bagi peserta luar Yogyakarta, sila hubungi panitia jika membutuhkan saran untuk akomodasi yang hemat dan berjarak dekat.

BACA JUGA:  Toleransi di Antara Decit Kosong : Catatan untuk "Marka" karya APDC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *