fbpx

Amanat Hari Teater Sedunia 2022

International Theatre Institute ITI
World Organization for the Performing Arts

Amanat Hari Teater Sedunia 2022, 27 Maret
Peter SELLARS, Amerika Serikat
Sutradara Teater, Direktur Festival  dan Opera

Teman-teman,

Dengan dunia yang dari jam ke menit bersandar pada asupan arus berita terbaru, bolehkah saya mengundang kita semua, sebagai kreator, untuk memasuki ruang lingkup, bidang dan perspektif yang pas atas waktu, perubahan, kesadaran, perenungan dan visi yang luar biasa ini? Kita hidup dalam periode epik dalam sejarah manusia dan perubahan mendalam dan saling terkait yang kita alami dalam hubungan manusia dengan diri mereka sendiri, satu sama lain, dan dengan dunia bukan manusia yang hampir di luar kemampuan kita untuk memahami, mengartikulasikan, membicarakan, dan mengekspresikan.

Kita tidak hidup dalam siklus berita 24 jam, kita hidup di tepi waktu. Suratkabar dan media benar-benar tidak mampu dan tidak siap menangani apa yang kita sedang alami.

Dimana bahasa, apa geraknya, dan gambar apa yang memungkinkan kita untuk memahami pergeseran yang mendalam dan keretakan yang kita alami? Dan bagaimana kita bisa mencurahkan isi hidup kita saat ini bukan sebagai reportase tetapi pengalaman?

Teater adalah bentuk seni dari pengalaman.

Di dunia yang kewalahan dengan kampanye pers yang masif, pengalaman simulatif, prognosa yang mengerikan, bagaimana kita bisa sampai melampaui pengulangan angka tak berujung untuk mengalami kesucian dan ketidakterbatasan dari satu kehidupan, satu ekosistem, persahabatan, atau kualitas cahaya di langit yang aneh? Dua tahun Covid 19 telah menyurutkan indera manusia, mempersempit kehidupan seseorang, memupus keterhubungan, dan membawa kita pada dasar paling aneh dari perilaku manusia.

Benih apa yang harus disemai dan ditanam ulang tahun-tahun ini, dan spesies apa yang invasif dan tumbuh berlebih yang akhirnya harus kita musnahkan? Sangat banyak orang berada di batas tepi. Terlalu banyak kekerasan diunggulkan secara irasional dan tak terkira. Sangat banyak sistem-sistem mapan yang telah terbongkar sebagai penyangga kekejaman yang terjadi.

BACA JUGA:  Seberapakah Kita Memberi Ruang Pada Ekspresi Tubuh, Gerak, dan Penciptaan Tari?

Di manakah upacara peringatan kita? Apa yang perlu kita kenang? Ritual apa yang memungkinkan kita setidaknya untuk mengimajikan kembali dan memulai membina langkah-langkah yang belum pernah kita tempuh sebelumnya?

Panggung teater dengan visi epik, kegunaan, pemulihan, perbaikan dan kepedulian membutuhkan ritus baru. KIta tidak butuh dihibur. Kita butuh berkumpul. Kita butuh berbagi ruang, dan kita butuh membudidayakan ruang bersama. Kita butuh ruang terlindung untuk menyimak dan saling setara.

Teater adalah ciptaan di ruang kesetaraan antara manusia, dewa, tumbuhan, hewan, tetesan hujan, air mata, dan regenerasi.

Ruang kesetaraan dan saling mendengarkan ini diterangi oleh keindahan tersembunyi, tetap hidup dalam interaksi penuh bahaya, keseimbangan batin, kebijaksanaan, tindakan, dan kesabaran.

Dalam Avatamsaka Sutra, Sang Buddha menyebut 10 macam kesabaran terbesar dalam hidup manusia. Salah satu yang paling kuat disebut “kesabaran dalam memandang semua sebagai fatamorgana”. Teater selalu mempresentasikan kehidupan dunia dengan menyerupai fatamorgana, membuat kita mampu melihat menembus ilusi, delusi, kebutaan,dan pengingkaran dengan membebaskan daya dan kejernihan.

Kita sangat yakin pada apa yang kita lihat dan cara bagaimana kita melihat sehingga kita tak mampu melihat dan merasakan kenyataan alternatif, kemungkinan baru, pendekatan berbeda, relasi yang samar, dan keterhubungan abadi.

Ini adalah waktu untuk refresh mendalam bagi pikiran kita, indera kita, imajinasi kita, sejarah kita dan masa depan kita. Kerja ini tak bisa dilakukan oleh orang yang terisolasi dan bekerja sendiri. Ini adalah tugas yang kita butuh kerjakan bersama. Teater adalah undangan untuk melakukan ini bersama-sama.

Terima kasih terdalam untuk kerja-kerja Anda.

Peter Sellars


Peter Sellars | Amanat Hari Teater Sedunia 2022

Peter Sellar Adalah seorang sutradara teater dan opera dari Amerika Serikat. Ia dikenal di kalangan international atas karya-karyanya yang penuh terobosan dan memberikan banyak inovasi dan reinterpretasi atas karya-karya klasik. Peter Sellars telah melanglang buana di berbagai negara terutama Amerika, Eropa dan Australia membawa karya dan bekerja bersama berbagai seniman baik musik, pertunjukan dan juga film. Ia dianggap mencerahkan kekuatan seni dalam konteks ekspresi moral dan tindakan sosial.

BACA JUGA:  Tentang Dramaturgi: Syarat. Tuntutan yang Berlebihan. Seni Hidup.