HIBAH CIPTA PERDAMAIAN 2018
Pada saat dunia global sedang memanas, dengan segala ketimpangan yang memicu kemarahan, sentimen-sentimen negatif yang sengaja dipupuk, dan kebodohan yang belum juga terentaskan, seni dituntut untuk berperan lebih nyata lagi. Seni tidak lagi cukup menjadi sebuah pertunjukan yang hanya bicara tentang seni. Meskipun, pada dasarnya, seni memang tidak pernah hanya berbicara tentang seni itu sendiri.
Hibah Cipta Perdamaian diinisiasi untuk mendukung seniman-seniman yang memiliki visi tersebut dan sudah memasukkan agenda transformasi sosial ke dalam praktik berkeseniannya, baik itu dalam bentuk tema karya, pendekatan artistik, metode partisipatif, atau dengan cara-cara presentasi yang inovatif dan disruptif. Dengan segala keterbatasan dukungan, seniman-seniman yang memiliki keberpihakan ini menghadapi tantangan besar karena wilayah domisili mereka yang memiliki permasalahan-permasalahannya sendiri.
Siapa yang dapat melamar?
Seniman, komunitas atau lembaga seni, atau kelompok kolaboratif yang melibatkan seniman yang berdomisili di Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.
Hibah diberikan untuk karya/kegiatan di bidang:
-Seni pertunjukan (musik, tari, teater, atau lintas disiplin)
-Semua bentuk seni visual (seni rupa, instalasi, film pendek, video art, fotografi, arsitektur, dsb.)
-Berbagai bentuk karya sastra (puisi, cerpen, naskah drama, dsb.)
-Lintas disiplin atau lintas media seni
Download formulir dan pedoman lengkap:
bit.ly/hp-2018
Batas akhir penerimaan formulir:
31 Agustus 2017
Informasi dan pertanyaan: 021-7590 64 99 dan email : program2@kelola.or.id
Sudah baca yang ini?:
Mengalami Bantargebang : Pengalaman Residensi Festival Bantargebang 2025
Merebut Sejarah Dari Gejala Amnesia: Resepsi Keaktoran Dalam Pertunjukan Vergadering Sarekat Islam
Open Call : Hibah Seni PSBK 2018
Kembali ke Simbol, Kembali ke Alam: Catatan Untuk Teater The Pooh-pooh Somatic
Feminisme ala Ayu Permatasari dalam "Hah"
Menakar Ludus dalam “Adang : Ludens Body” — Komunitas Kembali
- Amanat Hari Teater Dunia 2026 - 16 Maret 2026
- Monolog Satir yang Menyentak Kesadaran Sosial Dipentaskan di Yogyakarta - 30 Januari 2026
- Siliwangi Monologue Event 2025: Menghidupkan Seni, Meresonansi Kehidupan - 31 Oktober 2025


