fbpx

Simposium Online Inter-Asia in Motion : Dance as Method

Para akademisi international yang berkontribusi pada edisi khusus jurnal Inter-Asia Cultural Studies bertajuk “Inter-Asia in Motion: Dance as Method” menyodorkan riset kepenarian untuk menyoroti praktik ketubuhan dan tari dalam kerangka Inter-Asia. Dengan mengamati praktik tari dan metode koreografi tertentu, para pembicara simposium dari berbagai latar disiplin dan budaya mencoba membongkar bagaimana tari, dalam kualitas kedalamannya, secara proses, dan sifat dialogis, mengetengahkan kemungkinan dan pergerakan ke tingkat yang tak tertandingi oleh banyak praktik budaya lainnya.

Karena penari seringkali dipekerjakan dan dilibatkan oleh pemerintah dan politisi lokal, termasuk kadang-kadang dalam proyek pembangunan kebangsaan dan diplomasi internasional yang penuh tekanan, aksi mereka menawarkan tatapan yang kongkrit dalam menghadapi konflik internal dan hirarki kekuasaan yang mewujud dalam penguatan budaya Inter-Asia. Secara simultan, presentasi-presentasi utama juga memuka lebar tentang bagaimana para penari di Asia telah secara rutin berpengalaman dalam pertunjukan tekstual maupun hibrida sebagai hasil dari peleburan budaya lintas batas. Para pembicara akan mengeksplor bagaimana para penari tengah berusaha membangun hubungan lintas tempat dan komunitas melampaui perbedaan kultural, regional dan ideologi.

Simposium ini mengajak para audiens untuk menimbang : bentuk baru gerakan dan hubungan kreatif apa yang diaktivasi oleh Inter-Asia? Bagaimana seniman tari memanfaatkan Inter-Asia tidak hanya sebagai kerangka konseptual dan referensi tetapi juga sebagai metode koreografik? Bagaimana tari menubuh dan menyusun ulang teori dan praktik “Asia sebagai metode”, yang pada gilirannya menawarkan metodenya sendiri untuk studi budaya Inter-Asia?


Simposium dua hari ini terdiri dari tiga panel online terbuka bagi publik dan sebuah workshop tertutup untuk membaca dan saling menanggapi atas presentasi diantara para pembiacara. Semua dipersilakan. Disarankan melakukan registrasi.

Organiser
Emily Wilcox (William & Mary), Soo Ryon Yoon (Lingnan University, Hong Kong)

Diselenggarakan dan didukung oleh 
Department of Cultural Studies and the Centre for Cultural Research and Development, Lingnan University, Hong Kong.

BACA JUGA:  (Percakapan) Sikut Awak, Menubuhkan Anatomi Ruang di Helatari 2021

Hari I


Sabtu, 15 Mei | 08.00 – 10.30 Waktu Hong Kong / 07.00 – 09.30 WIB

Sambutan dan pembukaan

  • Tejaswini Niranjana (Director, CCRD); Emily Wilcox and Soo Ryon Yoon (Co-organizers)

Panel 1  |   Ketua : Emily Wilcox (William & Mary)

Sabtu, 15 Mei | 08.30 – 09.25 Waktu Hong Kong / 07.30 – 08.25 WIB

  • Choreographing the Nation: Apsara Dance in Cambodia’s Cold War Diplomacy in Asia | Darlene Machell de Leon Espena (Singapore Management University)
  • Bharatanatyam and Buddhist Diplomacy: Reassembling the Soul of Indian Classical Dance in Singapore | Aparna R. Nambiar (UC Berkeley)
  • Dancers in the Japanese “I-mon-dan (visiting troupe to comfort)” traveling to the front line between Burma and China | Yukiyo Hoshino (Nagoya University)
  •  Inter-East Asian Dance as Method, Artistic Research as Method: Nam Hwayeon’s Work on Choi Seung-hee | Jihoon Kim (Chung-ang University)

Panel 2  | Ketua : Adrianna DiRisio (University of Buffalo)

Sabtu, 15 Mei | 09.30 Waktu Hong Kong / 08.30 WIB

  • Networks of Gesture: Producing New Inter-Indonesian Dance for the International Stage | Paul Rae (University of Melbourne) dan Sadiah Boonstra (University of Melbourne)
  • Dancing me to the South: On Wu-Kang Chen and Pichet Klunchun’s Inter-Asia Choreography | I-Wen Chang (Taipei National University of the Arts)
  • Inter-Asia Traditional Dances in Dialogue: Reflections on a Performance-Lecture between Singaporean Practitioner-Scholars | Muhammad Noramin Mohamed Farid (Royal Holloway – University of London)
  • Blind Spot | Michael Sakamoto (UMass Amherst)

Hari II

Sabtu, 15 Mei | 20.00-21.00 Waktu Hong Kong / 19.00 – 20.00 WIB


Panel 3  |  Ketua : Soo Ryon Yoon (Lingnan University)

  • “The Nightingale is a Graceful Dancer”: Bulbul Chowdhury, Dance Heritage, and the New Nation-State of Pakistan | Priyanka Basu (British Library and SOAS University of London South Asia Institute)
  • Japanese Dancers, Bollywood Dance: Cultural Exchange and Tokyo’s Namaste India Festival | Kristen Rudisill (Bowling Green State University)
  • Merdeka, Youth Solidarity and Cross-Ethnicity: Emergence of Multicultural Dance in Singapore, 1955-1980s | Beiyu Zhang (University of Macau)
  • Kathak Dancescapes as Cultural Politics across India and Hong Kong | Ping-hsiu Alice Lin (Chinese University of Hong Kong)
BACA JUGA:  Undangan Terbuka Beasiswa Belajar OpenLab Teater Garasi

REGISTRASI GRATIS : DI SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *