fbpx

Mayadrama Project 2: Dongeng Pengantar Tidur

PRESS RELEASE :

Rawartless kembali akan menyajikan Mayadrama Project, sebuah program penjelajahan media dan pencarian alternatif ruang seni pertunjukan. Program ini tidak dibuat hanya untuk melakukan penjelajahan artistik dan kemudian menemukan konteksnya pada ruang digital, tapi juga juga berupaya membuat dan menjaga jalinan dengan penonton sebagai satu di antara cara mendekatkan diri dengan masyarakat. Dorongan-dorongan itulah yang membuat ‘mayadrama’ hadir untuk kali kedua, sebagai daya dalam menghadapi tantangan berkesenian di era pandemi.

Tentang Karya dalam Mayadrama Project 2

Dongeng Pengantar Tidur mengisahkan pertemuan tak terencana antara perempuan tua bernama Euis dengan seorang lelaki asing bernama Hanafi di sebuah gereja tua terpencil. Memiliki latar kepercayaan yang berbeda, mengarahkan mereka pada perdebatan panjang. Obrolan tersebut tak sengaja membuka peristiwa-peristiwa besar dari masa lalu kedua tokoh tersebut, konflik agama salah satunya. Namun, perjalanan hidup yang tak selalu baik membuat keduanya mempertanyakan tentang menjadi manusia hingga merawat kemanusiannya.

Jefri Mugiono, Irna NJ, Hernandes Saranela, dan Dhani Brain, adalah punggawa dalam karya “Dongeng Pengantar Tidur” yang akan dipresentasikan pada 27 & 28 Maret 2021 mendatang dalam Mayadrama Project : Entri Baru.

Anda dapat memesan tiket sekaligus menyaksikan karya tersebut pada laman mayadrama.rawartless.id dengan harga tiket mulai dari Rp25.000,00. Seorang perupa muda bernama Alif Edi Irmawan juga turut berkolaborasi untuk menghadirkan karya yang sama dengan output berbeda. Lewat katalog seni rupa dan koleksi merchandise berupa kaos, totebag, dan mini sling bag yang didisain oleh Alif, anda juga dapat menikmati karya ini dengan cara yang berbeda.

Tentang Rawartless

Rawartless adalah sebuah ruang yang diciptakan sebagai partner kerja kreatif bagi pegiat seni yang hendak menciptakan karya, sementara terfokus pada proses manajerial dan proses penciptaan dengan output penikmatan media daring. [Tim Redaksi Mayadrama]

BACA JUGA:  Teater Kaliopak mementaskan “Memedi Sawah” di Festival Teater Bantul 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *