Joker Digital dan Spect-Actors di karya Megatruh BM : Evolusi Teater Pembebasan di Era Algoritma
“Selamat datang di era di mana ‘dinding keempat’ tidak hanya runtuh oleh tubuh aktor, tapi juga oleh notifikasi WhatsApp. Melalui
Baca Lebih Lanjut
“Selamat datang di era di mana ‘dinding keempat’ tidak hanya runtuh oleh tubuh aktor, tapi juga oleh notifikasi WhatsApp. Melalui
Baca Lebih Lanjut1. Setelah serangkaian sederhana seremonial formal, Jade membacakan pengantar, membacakan pembuka puitik pertunjukan berjudul Sindikat Tuak Perempuan: Geragas. Kemudian, lampu
Baca Lebih LanjutPernahkah Anda membayangkan sebuah pertunjukan boneka bukan sebagai tontonan untuk menyenangkan hati — melainkan sebagai sebuah perjalanan intens yang menyelami
Baca Lebih Lanjut[Polanco S. Achri]. Hari yang cerah, kau datang awal untuk menyaksikan pertunjukan Karangdunyo pada Festival Minikita di IFI-LIP, pertunjukan berjudul
Baca Lebih LanjutIndar Sabri. “Nek pancen wong-wong dha raisa nampa kahananku sing kaya ngene iki, Aku ora rabi ya rapapa pak!”
Baca Lebih LanjutOleh : Mathori Brilyan. Sungguh salut ketika awalnya melihat kabar sebuah acara diskusi ini. Acara yang didesain khusus bagi para
Baca Lebih Lanjutoleh : M. Dinu Imansyah* Forum Aktor Yogyakarta mengajak mempertanyakan identitas. Batas yang dicegat tampilan visual dan ruang. Gadis
Baca Lebih Lanjutoleh Cucum Cantini. Suatu hari di masa kuliah strata satu, dosen linguistik saya menceritakan bagaimana seorang Raja Mesir mengurung seorang
Baca Lebih LanjutKalanari Teater Movement, mengundang Anda semua hadir dia cara “Temen Ngobrol” seri yang ke-5. Kali ini akan menghadirkan temen ngobrol
Baca Lebih Lanjutlaporan dari : M. Dinu Imansyah* Saya tidak tahu harus menyebut tulisan ini dengan kategori apa. Jika ingin disebut dengan
Baca Lebih Lanjut