Sabtu, Oktober 3, 2026

Kincir Ria – Siklus Lupa dan Gelak Tawa | Teater Eska UIN Sunan Kalijaga

Kincir Ria - Siklus Lupa dan Gelak Tawa | Teater Eska UIN Sunan Kalijaga
Map Unavailable

Kincir Ria : Siklus Lupa & Gelak Tawa adalah sebuah pertunjukan yang berangkat dari tesis “kebahagiaan adalah hak segala bangsa”, untuk kemudian diuji kembali di tengah situasi dan kondisi masyarakat Indonesia kontemporer yang semakin absurd, jungkir balik, dan penuh kontradiksi. Kebahagiaan tidak semata-mata dibaca sebagai keadaan batin, melainkan sebagai gagasan yang diproduksi, dijanjikan, dirayakan, dipertontonkan, sekaligus dipaksakan.

Secara naratif, Kincir Ria. Siklus Lupa & Gelak Tawa digarap oleh Khuluqul Karim, Rimbun Rahmadhani Emgiek, dan Wildan Dzul Haq melalui pembacaan ulang atas Serat Kalatidha dan cakra manggilingan, serta penjajarannya dengan berbagai situasi dan kondisi kebahagiaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia hari ini. Gagasan tentang roda yang terus berputar menjadi cara untuk membaca kebahagiaan sebagai sebuah siklus. Di dalam siklus, manusia tidak selalu bergerak menuju keadaan yang lebih baik, terkadang ia hanya kembali ke tempat yang sama dengan cara yang berbeda.

Dari Serat Kalatidha, bayangan tentang zaman yang bergerak dalam ketidakpastian berjumpa dengan kebudayaan kontemporer yang membentuk kebahagiaan hanya sebagai janji publik penguasa belaka. Sementara dari cakra manggilingan, gerak kehidupan yang terus berputar berhadapan dengan industri hiburan, budaya perayaan, tuntutan selalu positif, dan berbagai bentuk kebahagiaan yang hari ini masif diproduksi, dikemas, dan dikonsumsi. Kincir ria pun menjadi titik temu keduanya sebagai sebuah wahana yang terus membawa kita naik-turun, tetapi tidak pernah benar-benar membawa kita ke mana-mana.

Siklus yang semacam itu hanya akan mengantarkan kita pada keadaan lupa dan gelak tawa. Lupa memungkinkan sesuatu yang telah terjadi untuk segera ditinggalkan agar perayaan berikutnya dapat diselenggarakan. Sementara gelak tawa menjadi bunyi penanda keberhasilan bagi perayaan tersebut, namun sekaligus menyimpan kemungkinan bahwa gelak tawa kita itu karena tidak tahu lagi bagaimana menghadapi keadaan yang sebenarnya.

Lantas di antara putaran sejarah, janji-janji kebahagiaan, dan kehidupan yang terus dipaksa baik-baik saja. Apakah kita sedang bahagia, atau hanya sedang mengulang cara untuk segera melupakannya?

Maka, biarlah kincir itu terus berputar. Membawa kita pada lupa, membawa kita pada gelak, lalu mengembalikan kita pada pertanyaan: siapa yang sebenarnya berhak bahagia?

🎭 Pentas Produksi XXXVII Teater ESKA
Kincir Ria. Siklus Lupa & Gelak Tawa

📅 Sabtu, 10 Oktober 2026
⏰ 19.30–21.30 WIB
📍 Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta

🎟️ Amankan tiketmu sekarang!
https://eratix.id/e/-kincir-ria
0882 0087 41087 (Teater ESKA)

Sebab mungkin, setelah tawa reda dan kincir berhenti berputar, kita perlu bertanya lagi:

Apakah kebahagiaan benar-benar sudah menjadi hak segala bangsa?

#pentasproduksi37
#PentasProduksiXXXVII
#teatereska
#teater #teaterindonesia