Toleransi di Antara Decit Kosong : Catatan untuk “Marka” karya APDC
oleh : M Dinu Imansyah Sebaris lampu sorot dari sisi kiri atas panggung memapar lantai sisi kanan panggung sehingga membentuk... Baca lebih lanjut.
Tubuh di Antara Burung, Kata-kata dan Sumpah Pemuda : Catatan untuk Paradance #17
Oleh : Dinu Imansyah Lima orang penari mungil menjinjing kayu berwarna merah berbentuk seperti gerbang kerajaan Tionghoa. Kelima penari mungil... Baca lebih lanjut.
Batas Ruang dan Identitas (Catatan atas pertunjukan Identity Project – FAY)
oleh : M. Dinu Imansyah* Forum Aktor Yogyakarta mengajak mempertanyakan identitas. Batas yang dicegat tampilan visual dan ruang. Gadis... Baca lebih lanjut.
Butakah Kami? : Catatan dari Pertunjukan “Kami Bu-Ta” APDC
oleh : M. Dinu Imansyah *. Malam di Jogja yang tak pernah hening berjibaku dengan rintik hujan yang sedari sore... Baca lebih lanjut.
EVERYTHING YOU WANT IS PROCESS : Catatan atas pertunjukan Sally Dance Masstricht di Yogya 2017
oleh : M Dinu Imansyah * Sally Dansgezeschap Maastricht mementaskan empat repertoire dalam tajuk “Skyline” di Pendhopo Art Space, Yogykarta.... Baca lebih lanjut.
Memahami dan Mengisi Ruang Gerak dalam Paradance #16
oleh : Dinu Imansyah* Seorang pemuda berbaring di sisi kanan panggung dengan lampu yang menyorot tubuhnya dari sisi atas-belakang... Baca lebih lanjut.
Pooh Pooh Somatic : Rasa Yang Pernah Ada
laporan dari : M. Dinu Imansyah* Saya tidak tahu harus menyebut tulisan ini dengan kategori apa. Jika ingin disebut dengan... Baca lebih lanjut.
