Wayang Kulit | BANJARAN SALYA | Ki Agus Hadi Sugito
Wayangan Balai Budaya Minomartani, edisi Februari akan menggelar Banjaran Salya yang akan dilakonkan oleh dalang Ki Agus Hadi Sugito. Program Wayangan rutin setiap bulan ini mengambil tema “Laku Jantra” dan akan menggelar 12 lakon banjaran selama tahun 2026.
BANJARAN adalah lakon khusus yang menceritakan riwayat hidup seorang tokoh secara utuh, mulai dari kelahiran, masa muda, dewasa, hingga akhir hayat atau mencapai kematangan spiritual. Lakon ini berfokus pada perjalanan hidup, karakter dan keteladanan.
BANJARAN SALYA: Prabu Salya, semasa muda bernama Narasoma, putra dari Prabu Mandrapati. Prabu Salya adalah raja di Mandaraka. Ia merupakan kakak Ipar Pandhu Dewanata (ayah para Pandhawa) dan sekaligus ayah mertua dari Prabu Baladewa, Adipati Karna dan Prabu Duryudana. Di kancah Baratayuda, Salya secara fisik berperang untuk Kurawa, meski hatinya cenderung pada Pandhawa. Salya turun ke medan sebagai kusir kereta Karna, lalu bertindak sebagai Senapati (panglima) interim di pihak Kurawa pasca gugurnya Karna.
Salya, gugur di tengah laga ketika berhadapan dengan Prabu Yudhistira di hari ke-18 Baratayuda.

- Monolog Satir yang Menyentak Kesadaran Sosial Dipentaskan di Yogyakarta - 30 Januari 2026
- Siliwangi Monologue Event 2025: Menghidupkan Seni, Meresonansi Kehidupan - 31 Oktober 2025
- Memoar Lengger Narsih, Menjelajahi Laku Hidup Penari Tradisi - 10 Oktober 2025
