fbpx

Wayang | Senggana Dhuta

Map Unavailable

Date/Time
Date(s) - 21-09-2020
8:00 pm - 11:00 pm

Categories


Balai Budaya Minomartani, menyelenggarakan program MAWAYANG 2020, yakni serangkaian pertunjukan wayang oleh dalang-dalang muda dalam menyambut dan menghayati Hari Wayang Dunia, 7 November. Di masa pandemi ini Mawayang digelar secara daring dan berkala sejak Agustus Hingga DEsember 2020 nantii.

Edisi bulan September ini akan menampilkan lakon SENGGANA DHUTA oleh dalang Ratnanto Adhi Putra Wicaksono bersama karawitan Sotya Laras. Kali ini Ratnanto akan menggabungkan wayang kulit dengan wayang golek.

Pertunjukan ini akan disiarkan secara LIVE melalui chanel Youtube : Balai Budaya Minomartani pada 21 September 2020 mulai pukul 20.00 sampai kurang lebih pukul 23.00.

Anda penyuka wayang di manapun Anda berada dapat menyimaknya. dan bagi Anda yang berkenan memberi komentar melalui kolom Live Chat pada saat acara berlangsung, akan diundi untuk mendapatkan voucher buku gratis dari Penerbit Garudhawaca. Juga bagi Anda yang tidak paham bahasa Jawa, akan tersedia running text terjemahan langsung dalam bahasa Inggris.

Acara ini didukung oleh Sekolah Vokasi UGM, SAV Puskat, Sanggit Citra Production, Penerbit Garudhawaca dan Gelaran.id

 

Sinopsis

Ketika Sri Rama mengutusnya menjadi “duta” rahasia untuk melakukan operasi senyap menemui Dewi Sinta yang tengah disandera Dasamuka, Anggada tidak terima. Anggada bukanlah tokoh jahat. Ia bersama para pejuang Goakiskendha lainnya turut bersumpah membela Sri Rama dengan nyawa. Justeru karena besarnya niat mengabdi, ditambah kepercayaan diri yang berlebih, membuat Anggada merasa ia lebih mampu menangani tugas itu ketimbang Senggana.
Anggada mencegat Senggana di perjalanan, dan menyuruh Senggana “Stay at Home” sementara Anggada yang akan menunaikan tugas penyusupan ke Alengka. Senggana pun pantang mengembalikan amanat sebelum berhasil atau gagal sama sekali. Terjadi keributan oleh dua pemuda kera sakti itu.
Keributan dengan Anggada ini hanya salah satu dari sekian lagi rintangan yang dihadapi Senggana. Ia masih akan mengalami rayuan Sayembraba yang memberinya racun hingga buta. Dan ketika berhasil menyusup ke Taman Argasoka, menemui Dewi Sinta dan membawa pesan dari Sri Rama, Indrajid, salah satu putera Dasamukan mengetahuinya.
Senggana tertangkap dan dihukum bakar hidup-hidup. Dengan seluruh kegigihan yang tersisa, senggana berhasil melepaskan diri dari borgol setelah seluruh bulu-bulu tubuhnya menyala. Ia mengamuk dan berlompatan ke sana ke mari hingga menularkan jilatan api ke sudut-sudut istana. Terbakarlah keraton megah Alengka Diraja. Senggana berhasil lolos dan pulang melapor kepada Sri Rama. Ia sampaikan bahwa Dewi Sinta masih hidup, dalam keadaaan utuh raga dan jiwa, dan masih setia menanti Sri Rama datang menjemput, berapapun lamanya waktu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *