Kolaborasi | Rekreasi di Gang Kecil | Jagongan Wagen PSBK

Map Unavailable

Date/Time
Date(s) - 27-04-2019
7:30 pm - 9:00 pm

Location
Padepokan Seni Bagong Kussudiardja

Categories


Rekreasi di Gang Kecil

 

Jagongan Wagen edisi April 2019 ini menghadirkan karya kolaborasi dari peserta program residensi Seniman Pascaterampil yang bertajuk “Rekreasi di Gang Kecil”.

Pelaksanaan Jagongan Wagen edisi April 2019 akan hadir pada:

 

Hari & tanggal      : Sabtu, 27 April 2019
Waktu                    : Pukul 19.30 – 21.00 WIB
Tempat                  : Padepokan Seni Bagong Kussudiardja
Ds. Kembaran RT.04-05, Kel.Tamantirto, Kec.Kasihan, Kab. Bantul, D.I. Yogyakarta 55183 – Indonesia

 

Penampil               : Peserta program residensi Seniman Pascaterampil
Seniman                : 1. Asmiati Sihite (Rupa)

2. Azwar Ahmad (Media Rekam)

3. Briyan Farid Abdillah Arif (Rupa)

4. Muhrizul Gholy (Teater)

5. Theodora Melsasail (Tari)

“Rekreasi di Gang Kecil” berangkat dari gagasan tentang pilihan menjadi seniman. Pilihan menjadi seniman memantik pertentangan maupun penolakan, mulai dari orang-orang terdekat hingga lingkungan sekitar. Keadaan tersebut mengindikasikan bahwa kesenian bukanlah bagian dari kebutuhan pokok hidup manusia karena hanya dianggap sekadar hiburan atau hiasan. Padahal, proses berkesenian berangkat dari kritik atas situasi yang ada. Lewat karyanya, seniman merekam dan memberi kemungkinan baru atas kondisi di sekitarnya – sebuah bukti bahwa hal yang dipandang negatif dapat berdampak positif, baik bagi pelaku maupun lingkungan sekitar.

 

“Rekreasi di Gang Kecil adalah pertunjukan kolaborasi yang berangkat dari pengalaman dan kritik atas situasi yang kami alami sebagai Seniman Pascaterampil atas pilihan hidup kami. Rekreasi dilihat sebagai bentuk penggabungan antara kata re– ‘kembali atau ulang’ dan kreasi ‘daya cipta’, rekreasi berarti membentuk ulang suatu pandangan, melengkapi hal-hal yang timpang, tanpa mendekonstruksi utuh yang sudah ada. Sementara, Gang kecil adalah penggambaran atas ciutnya pandangan lingkungan sekitar kami yang masih mengesampingkan pilihan menjadi seniman.” Muhrizul Gholy, – Peserta Program Seniman Pascaterampil asal Gresik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *