Peluncuran Buku Kumpulan Monolog Whani Darmawan

Aktor Whani Darmawan, baru saja menyelesaikan proses penerbitan buku karyanya berjudul Sampai Depan Pintu. Buku ini adalah buku kumpulan naskah monolog yang seluruhnya ia tulis sendiri.

Apa yang istimewa dari 31 karya di buku ini adalah, naskah ditulis oleh seorang Aktor berpengalaman yang juga berpuluh kali pernah bertindak sebagai sutradara. Artinya, naskah-naskah dalam buku ini, sebagai sebuah bahan utama suatu pertunjukan, jelas sudah memiliki segala unsur pertimbangan kemungkinan pemanggunannya. Kemudian, Kata pengantar buku ini, ditulis oleh N. Riantiarno, yang semakin menambah kemantapan legitimasi buku ini di kalangan perteateran Indonesia.

Sampai depan Pintu, bisa dikatakan sebagai satu produk karya yang tahun ini akan mengangkat kembali harkat teater monolog/monodrama yang selama ini bisa dikatakan sebagai bukan favorit para performer. Monolog dianggap kurang menantang bagi sebagian aktor, kurang asyik ditonton dan sebagainya. Apabila ada yang tertarik untuk menampilkan karya monologpun, naskah yang beredar sangat sedikit. Pol mentok ketemu naskah-naskahnya Putu Wijaya lagi. Seolah tak ada orang lain dari 230 juta lebih penduduk ini yang punya kemampuan dan “upaya” dalam karya tulis monolog.

Hal lain keunggulan karya ini adalah, ketigapuluhsatu naskah ini adalah naskah monolog pendek. Ini sangat baik utamanya bagi para aktor untuk bisa menggunakannya dengan leluasa, baik sebagai pertunjukan utama ataupun sebagai pertunjukan pendukung dari suatu event pertunjukan. Juga bisa digunakan oleh komunitas-komunitas belajar atau perguruan seni peran untuk bahan uji coba kemampuan aktor-aktor muda.

Peluncuran di Festival Monodrama Nusantara 2017

Buku yang diterbitkan oleh Omah Kebon Nitiprayan bekerjasama dengan Nyala Jogja ini akan diluncurkan dan didiskusikan pada 16 Desember 2017 jam 16.00 WIB di kampus Pasca Sarjana ISI Yogyakarta. Whani Darmawan sendiri akan hadir sebagai nara sumber, di samping pemantik diskusi Dede Pramayoza dan moderator Ikun SK. Acara ini adalah rangkaian dari Festival Monodrama Nusantara 1 2017 yang diselenggarakan WhaniDProject bekerjasama dengan Program Pasca Sarjana ISI Yogyakarta. Sebagai warna lain, juga akan tampil permainan monodrama musik oleh musisi kreatif Eko Balung.

Anda pelaku seni peran dan teater? Gelaran.id merekomendasikan acara ini untuk Anda hadiri. Sebagai bahan pertimbangan lanjut, berikut kami petikkan endorsement atas buku “Sampai Depan Pintu” yang juga tercetak di sampul belakang buku ini :

  • “Whani Darmawan adalah sosok yang genap. Ia tidak hanya aktor panggung, namun juga pendongeng, yang adekuat. Tubuhnya hidup. Setiap gerak-gerik Whani, bahkan diamnya, adalah kewajaran yang tak lagi mencitrakan akting. Ruhani aktor yang juga pesilat ini juga terus bertumbuh menguat. Dan, kehadiran Kumpulan Lakon Monolog Sampai Depan Pintu ini meneguhkan semua itu. Whani menghadirkan dunia sunyi dalam diri perenungannya untuk kita. Selamat membaca khazanah kebatinan Whani Darmawan dalam memandang kehidupan.” Candra Malik, sastrawan Sufi. 
  • “Karya ini adalah hadiah bagi kita semua. Tigapuluh satu monolog sudah diterbitkan. Lakon ini, harus dibaca dengan sangat asyik. Jika kita membaca, singgahlah ke hal-hal lain, yang mungkin saja berbeda dengan apa yang ada dalam monolog itu. Ada banyak perkara yang bisa saja muncul dan menjadi sesuatu yang sungguh-sungguh berharga bagi hidup kita. Whani Darmawan, karyamu, sungguh sangat mengilhami aku. Terimakasih.” Nano Riantoarno, pimpinan dan sutradara Teater Koma, Jakarta.
  • “Dengan berdiri di dua kaki yang bebeda; seni peran dan seni bela diri, Whani memiliki sensitifitas yang menarik dalam menjaga irama, struktur dan konflik dalam naskah-naskah tersebut. Ia mematuhi konsep Menyerang-Bertahan. Mengerti kapan pemain mengolah nafas melalui gerak atau aksi berantai serta kapan mengambil jeda. Hal ini terlihat dari pengaturan nebentext dan hauptext-nya. Seperti ying-yang.” Abdi karya, Penyunting.
  • “Secara tematik 31 monolog yang ditulis Whani Darmawan menjadi 31 ragam daya tarik tantangan keaktoran. Selain memiliki konteks dengan perkembangan situasi sosial-politik Indonesia mutakhir, terkaca melalui teks-teks tersebut pencarian-pencarian Whani Darmawan yang memang penulis sekaligus aktor. Saya berani merekomendasikan buku ini bagi seluruh aktor di Indonesia (laki-laki maupun perempuan), terutama bagi proses pembelajaran di berbagai program studi seni Teater di Indonesia.” Wendy HS, Aktor, sutradara, dosen Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Jurusan Teater. Pimpinan Indonesia Performance Sydicate Padangpanjang.

Bagi Yang tertarik mengoleksi buku ini sebelum acara launching? bisa memperolehnya di:
JONG JAVA CAFE. Jl. Munggur, Condong Catur, Depok, Sleman atau menghubungi 0856 2856 610

Sampai jumpa di FestivalMonodramaNusantara…

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *