Amanat Hari Teater Sedunia 2018 Asia Pasifik

Tanggal 27 Maret, dunia seni pertunjukan akan merayakan Hari Teater Sedunia (Hatedu). Peringatan yang dicanangkan oleh ITI (International Theatre Institute) ini sudah berlangsung sejak 1962. Setiap tahun, ITI dan panitia World Theatre Day-nya memilih masing-masing satu pelaku teater terkemuka di lima bagian dunia (Afrika, Eropa, Jazirah Arabia, Asia Pasifik, dan Amerika) untuk menulis pesan amanat Hari Teater Dunia. Tahun ini, lima amanat Hatedu 2018 disampaikan oleh Were Were Liking (Pantai Gading – Afrika), Maya Zbib (Lebanon – Arabia), Simon Mc Burney (Inggris – Eropa), Sabina Berman (Meksiko – Amerika) dan Ram Gopal Bajaj, seorang aktor, penulis dan sutradara, dosen dan mantan direktur National School of Drama, Delhi, India, terpilih untuk menjadi pemberi amanat Hatedu 2018 untuk wilayah Asia Pasifik. Pesan Hatedu dirilis oleh website ITI dalam bahasa Inggris dan Perancis. Berikut adalah Amanat Hari Teater Sedunia oleh Ram Gopal dalam terjemahan Bahasa Indonesia oleh Eka Wahyuni.

Amanat Hari Teater Sedunia 2018 – Asia Pasifik

Setelah semua cerita evolusi, kita hanya mengetahui satu hal singkat; bahwa segala bentuk kehidupan berupaya untuk bertahan menuju keabadian. Bahwa kehidupan layak cenderung untuk melampaui ruang dan waktu untuk menjadi abadi. Pada proses ini, bentuk kehidupan juga merusak dan menghancurkan dirinya sendirinya secara universal. Namun, kita harus membatasi pertimbangan pada kelangsungan hidup manusia dan emansipasinya dari manusia gua di zaman batu hingga ke zaman luar angkasa. Apakah kita sekarang lebih banyak mempertimbangkan? Sensitif? Bergembira? Lebih menyukai konsep bahwa kita adalah bagian dari suatu produk?

Sejak semula, seni pementasan (tari, musik, akting/drama) sekarang juga telah mengembangkan instrumen lingua, yang terdiri dari vokal dan konsonan. Vokal pada dasarnya mengungkapkan perasaan atau emosi, dan konsonan melakukan komunikasi bentuk dan pikiran/pengetahuan. Matematika, geometri, persenjataan dan sekarang komputer merupakan hasil dari instrumen tersebut. Jadi sekarang kita tidak bisa kembali ke bentuk evolusi lingua ini. bumi ini sendiri tidak akan pernah bisa bertahan jika kegembiraan kolektif seni teater dan pengetahuan (termasuk teknologi) tidak dibebaskan, disublimasi ulang dari kejenuhan, kemarahan, keserahakan dan kejahatan.

Media massa dan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat kita berkuasa seperti layaknya iblis. Karena itulah hal yang kritis sekarang bukan pada bentuk dari teater, namun pada kontennya, baik pernyataan maupun perhatiannya. Kita perlu memohon kepada manusia di bumi saat ini, untuk menyelamatkan planet bumi dan juga ‘teater’. Pada tingkat pragmatis, seni pada aktor dan seni pada pertunjukan juga harus tersedia untuk anak-anak di pendidikan dasar. Generasi seperti itu, saya yakin, akan lebih sensitif terhadap kebenaran dari kehidupan dan alam. Manfaat dari lingua dengan demikian mungkin bisa lebih mengurangi kerusakan di bumi dan planet lainnya. Lebih lanjut, ‘teater’ akan menjadi lebih penting untuk resistensi dan kelangsungan hidup itu sendiri; oleh karena itu perlu untuk memberdayakan pertunjukan dan penonton tanpa harus mengancam satu sama lainnya di era kebersamaan kosmik ini.

Saya memuji teater dan memohon kepada dunia untuk menerapkan dan memfasilitasi ini pada tingkat grass root, pedesaan dan perkotaan. Tubuh, Lingua dan Belas Kasih bersama sama dalam Pendidikan untuk semua Generasi’.

Terima kasih.

Ram Gopal Bajaj – India

 

Biograrfi Ram Gopal Bajaj.
Ram Gopal Bajaj. Aktor dan Sutradara teater dan film India. foto : newindianexpress.com

Ram Gopal Bajaj lahir pada tahun 1940 di Darbhanga, India. Ram Gopal Bajaj adalah pemenang penghargaan dan diakui sebagai aktor, sutradara, penulis dan pengajar teater.

Setelah lulus dari Universitas Bihar tahun 1960, dia kemudian melanjutkan pendidikannya di National School of Drama di Delhi pada tahun 1965 – sebuah institusi yang sejak itu menjadi sinonim dengannya – di mana dia mendalami akting. Setelah lulus, Bajaj menjadi anggota fakultas di National School of Drama, di mana dia mengasah teorinya tentang pendidikan teater. Semenjak itu, dia bekerja sebagai direktur universitas tersebut, dan aktif mengajar sebagai dosen tamu, di Punjaby University, Universitas Hyderabad dan Modern School of New Delhi.

Setelah mendalami pendidikan teater, Bajaj kemudian menjadi anggota pendiri ‘Dishantar’, sebuah grup pekerja teater profesional yang terbentuk pada tahun 1967, sebuah wadah yang membuat karirnya di akting semakin berkembang. Awal mula pertunjukannya, baik India maupun drama internasional, mendapatkan pengakuan terhormat. Kemudian ia memproklamirkan dirinya sendiri sebagai sutradara, dengan memberikan banyak hasil akumulasi yang ia dapatkan sebagai aktor dan pelajar ke dalam wilayah praktik.

Sejak awal terobosannya, Bajaj telah memainkan 36 drama dan mengarahkan 45 produksi. Maka tidak heran dia memenangkan penghargaan di kedua disiplin tersebut, seperti ‘National Award untuk Teater India Imajinatif’ dari Press Nasional India untuk arahan teaternya tahun 1992, dan “Penghargaan Aktor Terbaik” pada Festival Film Dada Saheb Phalke pada tahun 2017. Dia juga menterjemahkan dan mengadaptasi 19 drama dari berbagai bahasa ke bahasa Hindi dan dia dikenal karena gaya pembacaan puisinya yang unik.

Untuk jasanya yang besar sekali dalam dunia teater, Ram Gopal Bajaj dianugerahi “Padma Sri” oleh Presiden India pada tahun 2003. Dia selanjutnya menerima penghargaan Pencapaian Seumur Hidup di tahun 2015, 2016 dan di tahun 2017 dianugerahi “Akademi Hindi Natak Samman” atas kontribusinya yang luar biasa melalui tulisannya di bahasa dan sastra Hindi. Dia hingga sekarang masih aktif sebagai aktor, sutradara dan penulis di teater dan film.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *