Tari | PARADANCE ke-17

Map Unavailable

Date/Time
Date(s) - 29-10-2017
7:45 pm - 10:30 pm

Location
Balai Budaya Minomartani

Categories


PARaDANCE : Festival mini seni gerak dan tari akan kembali digelar. Edisi ke -17 kali ini akan menampilkan 8 penampil dari berbagai wilayah di Indonesia. Para penyaji karya kali ini adalah :

  • ANDY SW. Seorang aktor pantomime yang bergiat di Bengkel Mime Theatre Yogyakarta.
  • arTHA Dance. Kelompok tari anak-anak dari Sanggar Tari Jogja di Bantul, DIY.
  • ATHi Dance. Kelompok penari muda yang tersusun dari para mahasiswa di ISI Yogyakarta.
  • Assabti Nuh H. Seorang koreografer muda alumni UNY akan membawa anak-anak binaanya dari SD 2 Padokan Yogyakarta.
  • Miftakhul Hauna (achoel). Koreografer muda dari Siak, kini masih mendalami seni tari di Akademi Kesenian Melayu Riau, Pekanbaru.
  • Muharam BM. Pemuda dari Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Ia adalah alumni Pend. Seni Tari UNY.
  • Pebri Irawan. Mahasiswa ISI Yogyakarta yang berasal dari Kepulauan Meranti, Riau.
  • Yemima Putri – Mimarte Studio. Koreografer muda asli Sleman, DIY.
  • Marvel Gracia – Mugi Dance. Koreografer dan penari kontemporer cilik, putra bungsu dari master tari Mugiono Kasido.

Paradance ke-17 akan digelar pada 29 Oktober 2017 pukul 19.45 WIB di Balai Budaya Minomartani, Dsn Tegalrejo, Minomartani, Ngaglik, Sleman. Acara ini bisa disaksikan dengan gratis.

Sekilas Paradance

PARADANCE adalah sebuah festival kecil yang diinisiasi oleh Nia Agustina dan Ahmad Jalidu, dan diselenggarakan setiap dua bulan sekali sejak 2014. Paradance, terbuka bagi semua jenis seni pertunjukan berbasis gerak (tari, teater, mime, bela diri dsb.) dan termasuk sebuah festival non kurasi yang berkelas Free For All, artinya bebas tanpa kelas. Semua jenis seni gerak, semua usia dan semua tingkat boleh dipentaskan di sini, sejauh sesuai dengan kondisi teknis tempat dan acara yang ada.

Paradance diorganisir oleh GMT Jogjadrama bersama Balai Budaya Minomartani didukung oleh Penerbit Garudhawaca dan Toko buku online Gardabuku.com melalui program Adisukma Inisiatif.

 

Peringatan! Mengingat lokasi berada di dalam pemukiman dengan lahan parkir terbatas, tim Paradance menyarankan penonton yang hendak hadir untuk menggunakan jasa transportasi (ojek/taksi) atau kendaraan pribadi berjenis sepeda motor. Paradance juga menyarankan untuk efisiensi kendaraan dengan datang berboncengan untuk mengurangi kepadatan lokasi parkir maupun kemacetan jalan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *